Requiem For A Dream' The Best Substance For The Trip | Stoneeman Review - TheStoneman

Tuesday, September 28, 2021

Requiem For A Dream' The Best Substance For The Trip | Stoneeman Review

Requiem For A Dream ( 2000 ) Film Review & Summary Stoneman Review : Requiem For A Dream' The Best Substance For The Trip Has You Have To See.


Requiem For A Dream ( 2000 ) movie unik dengan ratting tinggi yang satu ini ialah sebuah psychological drama atau juga bisa sebut dark drama movie yang di garap oleh Darren Aronofsky.

Darren Aronofsky sendiri di kenal sebagai sutradara yang menekuni bidang Psikologis fiksi ( Psychological Fiction ) dalam per-filman, Yang rata - rata karya film yang ia garap adalah sebuah interprestasi dari kehidupan pada era modern. Terlebih lagi nama darren juga mulai melegit ketika ia mendapatkan award pada tahun 1998 dengan julukan independent spirit award terbaik dalam penulisan naskah. 

Okey back to the movie, Sebelum Requiem for a dream dirilis Darren memulai debut nya dalam surealis psychological drama pada movie Pi ( 1998 ) yang banyak sekali mendapat tanggapan baik dari pada audience, dan rata- rata memang rating movie yang selalu darren garap adalah jebolan yang terbaik terlebih lagi  untuk Requiem For A Dream sendiri. 

Requiem For A Dream ini adalah salah satu psychological drama ter-ngeri yang pernah digarap oleh Darren, Darren aronofsky adalah sutradara yang menurut saya mempunyai taste berbeda dibanding sutradara lain yang segenre dengannya. Karya yang digarapnya semua memakai budget yang lumayan rendah dan dia independent, Dan dari semua movie yang pernah ia garap begitu terasa fantastic dan crunchy serta banyak dipenuhi arti dan juga salah satu bentuk Satire ( Sindiran ) disertai pencerahan. terlebih lagi pada movie requim for a dream yang banyak menggambarkan tentang beragam perspective,pengungkapan realita, Peran penting kesehatan serta kesadaran mental, Dan dibalut dalam visual yang begitu crunchy serta penggunaan backsound yang memakai efek musik downtempo sehingga membuat movie ini ngeri banget deh untuk di tonton. Dan bagi saya sendiri movie ini tuh layaknya pantulan dari realita dan mungkin juga bentuk kritikan dari cara berpikir manusia kepada krisis realita/sosial individual yang dialami dunia kepada manusia era itu.

 Requiem for a dream yang dirilis tahun 2000-an oleh Darren benar - benar blowing mind banget deh, dan rupanya movie ini adalah hasil adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama dan ditulis oleh penulis novel psikologis fiction ternama yaitu Hubbert Selby Jr. Pantas lah movie ini di kemas begitu ngeri, rupanya roots nya berasal dari novelnya Selby  yang memang isi dari novel tersebut adalah penggambaran sebuah tragedy yang dialami manusia era modern pada era nya selby.

movie - movie psikologis drama seperti ini tuh sudah sangat jarang di jumpai sejak pada tahun 2013 , dan Movie Requiem For A Dream ini adalah salah satu dari beberapa generasi terakhir dari perkembangan roots dari genre psikologis drama ( psychedelic movie )  yang sudah teramat langkah untuk kita temui pada era - era sekarang ini, terlebih lagi movie - movie bergenre seperti ini tuh butuh mood yang tepat untuk menontonnya dikarenakan movie yang satu ini tergolong depresif dan setiap scene yang ada pada movie ini memaparkan sebuah kekelaman yang sangat ironis untuk dibayangkan.

Dengan mengkisahkan tentang 4 latar belakang karakter berbeda yang sama - sama terpengaruh oleh narkoba yaitu Sara Goldfarb ( Ellen Burstyn ), Harry Goldfarb ( Jarret Leto ), Marion Silver ( Jennifer Connelly ) , Tyrone.C (  Marlon Wayans ). Ke empat karakter ini adalah karakter inti yang akan mengisi sebuah klimaks tragis pada movie ini. Tak hanya itu Kelebihan movie ini juga terdapat pada Chemistry spesial yang masing - masing karakter jalani, Diantaranya ialah Harry dan Ibunya yang sama - sama menyangi namun terjebak didalam emosi ! Begitu pula Harry bersama Marion duet kisah romantis mereka pada film ini adalah yang terbaik dari kisah romantis marion pada movie lainnya ^_^ !

***
Berkisahkan tentang seorang perempuan tua kesepian ( Sara Goldfarb )  yang hidup di sendiri di tengah - tengah peradaban kota yang individualis, Suaminya telah lama meninggal dan anak satu - satunya ( Harry Goldfarb ) sibuk dengan dunianya sendiri. Wanita tua yang malang itu hanya bisa menikmati masa - masa tuanya dengan menonton Tv dan ia sangat menyukai salah satu acara tv game show yang sangat ia idam - idamkan untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Ketika itu impian yang ia idam - idamkan akan mendekati kenyataan ketika ia menerima telvon dari salah satu program tv yang menyiarkan acara kesukaannya tersebut, Ia pun optimis dan ter-obsesi untuk melangsingkan badannya agar ia bisa memakai gaun bewarna merah yang pernah ia pakai ketika harry wisuda tepatnya pada masa kemasan hubungan harmonis keluarganya.

Lalu disisi lain ada harry dan tyrone, Dua orang sahabat yang sudah sangat lama kecanduan narkoba. Pada scene ini kita akan di perlihatkan bayangan kelam yang ironis dari harry dan ibu nya. Harry dan tyrone berkunjung kerumah ibu harry dan pada saat itu harry berencana untuk menjual Tv ibunya agar dapat membeli sepaket narkoba yang dapat ia pakai dan ia jual kembali agar ia dan tyrone dapat berkembang menjadi manusia pada layaknya. Tak hanya itu Harry, Tyrone dan marion adalah sesama drugs user yang bisa dibilang sudah sangat rutin mengkonsumsi. 

****

Sedikit Plot sederhana, Kehidupan tiga remaja serta satu orang ibu yang kesepian akibat di tinggal suaminya dan anaknya harry yang jarang - jarang mengunjungi ibunya karena ia selalu diselimuti oleh pengaruh narkotika, Bisa di katakan ketiga remaja beserta ibu harry ( Sara Goldfarb ) berada dalam satu jalur yang sama yaitu " Kecanduan ",  Kalau Harry, Marion dan Tyrone adalah seorang pecandu narkotiks yang sudah kronis, Sedangkan sara adalah seorang korban yang asal meminum obat pelangsing karena obsesinya untuk ingin kembali langsing dan dapat mengenakan gaun merah kesayangannya dan dapat tampil di acara favoritnya mengenakan gaun tsb. Obat diet yang awalnya sara minum nampaknya semula tidak berpengaruh bagi kesehatan mental maupun fisik nya, Namun lama kelamaan efek yang di timbulkan oleh obat diet tersebut sama seperti heroin dan kokain.

Walaupun Harry dan Tyrone adalah seorang pecandu berat dan dalam setiap hari - harinya mereka selalu berada dalam kondisi " Tidak sadar ", Harry dan tyrone mempunyai impian untuk menjadi orang yang besar 'Sukses' Agar hidup mereka menjadi bahagia seperti layaknya mayoritas manusia didunia ini. Namun jalan dan juga cara yang mereka tempuh adalah jalan menuju sebuah jurang tanpa dasar, Mereka berdua memutuskan untuk menjadi bandar heroin, Namun mereka tak kunjung berhenti menjadi pecandu dan itulah salah satu faktor yang dapat menyebabkan kehancuran bagi mereka berdua.

Terlebih lagi jika kita lihat karakter harry dan tyrone ini adalah seorang karakter yang sama - sama menyayangi ibunya dan mempunyai mimpi untuk membanggakan orangtuanya akan prestasinya. Apalagi kalau melihat hubungan antara Harry dan ibunya pada movie ini pun terasa ironis dan dramatis dikarenakan keduanya saling menyayangi, Namun akibat jarangnya terjadi komunikasi antara Harry dan ibunya nampaknya mereka terjebak dalam delusi yang sama yaitu terbelenggu dalam angan - angan akibat pengaruh dari drugs yang mereka gunakan. 

**** 

Sangat ironis dan penuh dengan gambaran mengerikan sih, Bahkan suasana hati maupun mood ataupun mental kita dapat berubah drastis seketika jika kita menonton dan memahami alur cerita movie ini. Mungkin karena Darren mengkemas penggambaran visual nya dengan teramat detail dan dipenuhi dengan beragam arti yang dapat audience simpulkan secara personal, Dan terlebih lagi untuk scoring background musicnya bisa di bilang sangat memilukan karena dibuat sinkron dengan penggambaran visualnya yang ironi dan dapat merubah suasana hati penontonnya  karena backsound yang di mainkan menggunakan down tempo sehingga dapat menghipnotis para penonton yang menontonnya. Bisa dibilang movie Requiem For A Dream ini adalah salah satu golongan dari Psychedelic movie yang mempunyai audience tersendiri yang dapat menikmati movie nya.

Dan bukan hanya itu, ke-4 aktor utama ini juga ber-akting dengan sangat bagus dan mendalami perannya dengan totalitas, Ellen Burstyn, Jared Leto, Jennifer Connelly, dan Marlon Wayans ! Ke-empat aktor ternama ini adalah Pioner dalam movie Requiem For A Dream terlebih lagi untuk aktor senior Ellen Burstyn wajib di berikan 4 jempol deh, Karena aktingnya yang penuh dengan transformasi dari seorang ibu yang kesepian dan sudah berumur menjadi seorang pecandu obat diet yang ternyata yang ia pakai bukanlah obat biasa pada umumnya melainkan extasi, Sehingga akibat dirinya kesepian dan tidak ada anaknya yang menemani dirinya ia terjebak didalam delusi akibat impian - impiannya yang tidak tercapai akibat pengaruh obatan - obatan tersebut.

My Final Though about this movie, You must watching this with the substance ! Because this film is design for Trippy people, Hahahaha you should know what i meant for. So tunggu apalagi ini movie Worth it banget deh untuk kalian yang menyukai Psychological movie. 


No comments:

Post a Comment