Prince Of Darkness 1987 Synopsis | The Masterpiece Of Horror | Stoneman Review - TheStoneman

Thursday, April 4, 2019

Prince Of Darkness 1987 Synopsis | The Masterpiece Of Horror | Stoneman Review

Prince Of Darkness 1987 Film Review & Synopsis Yang Dipenuhi Dengan Kegelapan Sehingga Bisa Dikatakan Sebagai The Masterpiece Of Horror  Until Today.


Prince Of Darkness ( 1987 )  adalah movie supernatural horor yang digarap oleh John Carpenter ini adalah salah satu jebolan terbaik supernatural horor yang di combine dengan science. Base story beserta screenwriting pada movie ini rupanya juga hasil dari pemikiran john carpenter sendiri, Siapa yang tidak mengenal John Carpenter sebagai sutradarawan multi fungsi yang khususnya dikenal sebagai seorang sutradara yang menekuni genre science  fiction & horor classics pada tahun 1970 - 1980 akhir,Dia  sangat berpengaruh bagi perkembangan cult classics movie pada kala itu.

John Carpenter sendiri adalah seorang yang begitu tekun pada setiap progress pembuatan filmnya, Ia juga mengcompose sendiri theme soundtrack music pada beberapa movie yang ia buat dan dijadikan album. Beliau sangat kompenten dan serius sehingga carrernya bergerak naik secara progresive.

Nama John carpenter juga mulai di kenal dunia saat ia membuat sebuah movie fenomenal pertamanya yaitu Halloween ( 1978 ), Yang dimana movie halloween ini adalah salah satu slasher horor modern movie pertama kali melegit di kalangan audience dan menjadi roots dari salah satu cult classic movie pada tahun 1980-an.  Film horor lain yang digarap oleh john carpenter yang berhasil melegit dimata dunia adalah The Things ( 1982 ),They live ( 1988 ) , Christine ( 1983 ) , Village of The Damned ( 1995 ),Movie - movie diatas adalah salah satu deretan  Best of the best dari beberapa movie john carpenter yang rata - rata dari semua film john carpenter ini mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan cult classic movie.

Prince Of Darkness sendiri tentunya bukan sekedar movie supernatural horor biasanya, Karena movie ini dikategorikan sebagai apocalypse trilogy oleh john carpenter, Yang dimana ini adalah sequel keduanya dari The Fog ( 1980 ). Oh ya sedikit penjelasan Apocalypse trilogy john carpenter ini dia bukan serial movie berkelanjutan melainkan 3 movie dengan cerita berbeda namun Setting,Konsep dan penggambaran ceritanya mengarah kepada kehancuran.Dan Ketika kalian menontonnya kalian diberi penglihatan kengerian dari sebuah bentuk kemajuan berpikir oleh John Carpenter. Dengan Dibintangi oleh beberapa aktor senior yang akan membuat audience terkagum dengan akting serta paras aktor tahun 80-an yang classic.

****

Movie ini dibuka dengan kematian seorang pendeta katolik tua yaitu Father Carlton  yang meninggalkan sebuah buku diary dan kotak rahasia yang berisi kunci antik yang dijaga turun temurun selama ia mengabdi, yang lalu diwariskan kepada pendeta baru dan ia dipilih sebagai penerus sekte rahasia yang bernama ' Brotherhood Of Sleep'. Pendeta baru yang baru saja terpilih ini  namanya tidak pernah di sebutkan pada movie ini jadi kalian tak usah heran ^_^ ! 

Pendeta tersebut pun menyadari dan mendapati bahwa diary dan kunci antik tersebut ialah satu - satunya kunci untuk membuka sebuah pintu rahasia yang berada didalam sebuah gereja tua dikawasan Los Angeles. Tugas Sekte rahasia ini ialah untuk memantau dan menjaga agar sesuatu yang berada di balik pintu rahasia tsb tetap terjaga, dan tersimpan rapih serta dirahasiakan dari seluruh umat manusia. Pintu tersebut adalah sebuah akses untuk menuju ke ruangan bawah tanah yang menyimpan sebuah tabung cairan hidup berwarna hijau yang di tata di atas mimbar seperti sebuah ruangan gereja bawah tanah. 

Gereja ini di ceritakan bahwa selama 2000 tahun sekte " Brotherhood Of Sleep " secara turun menurun menjaga rahasia tsb,Dan kini kunci tersebut telah di pegang oleh pendeta baru ( yang namanya tidak pernah di sebutkan dalam movie ^_^! ), yang rupanya diperankan oleh Donald Pleasence, yang dimana ia di kenal didalam movie Halloween sebagai seorang psikiater yang merawat Michael Myers.

Setelah pendeta membaca diary yang ditinggalkan oleh penjaga pintu sebelumnya, Sang pendeta merasa ada yang janggal dan sesuatu yang aneh pada ruangan bawah tanah tersebut, Ketika ia memeriksa ruangan tersebut ia menyadari ada yang aneh dari tabung yang berisi cairan hijau yang sudah di jaga selama ribuan tahun. dan ia juga berfirasat kalau ada sesuatu yang jahat didalam cairan hijau tsb dan sesuatu yang jahat akan bangkit kembali dari tidurnya.

Scene Pun berpindah dan memperkenalkan kita dengan karakter lainnya yang juga menjadi bagian dalam movie ini, Yaitu seorang Ilmuan fisika bernama Prof. Howard Birack ( Victor Wong ) yang sedang mengajarkan sebuah teori - teori seputar realitas dan fisika. Tak hanya itu kita juga di perkenalkan dengan beberapa mahasiswa S2 yang merupakan murid dari Prof.Birack yang nantinya akan ikut menambahkan ketegangan didalam movienya.

Karena Prof.Birack adalah seorang teman lama dari pendeta ini, Pendeta ini mengirim surat untuk Birack yang isinya untuk meminta birack mendatanginya karena ada sebuah fenomenal aneh. Birack pun datang dan memenuhi undangannya, Lalu sang pendeta langsung mengajaknya keruang bawah tanah dan memperlihatkan isi beserta tabung yang terdapat pada ruangan tersebut ! Tak hanya itu sang pendeta pun menunjukan sebuah kita yang ber-umur ribuan tahun, Yang dimana isi didalam kita kitab tersebut banyak di ubah dan diganti bahasanya, Sang pendeta menduga ada oknum didalam sekte yang mencoba menutup- nutupi kebenaran mengerikan didalam isi buku tersebut. Sang pendeta pun berharap bahwa buku tersebut dapat di terjemahkan isinya oleh para ahli yang tepat, Dia sangat percaya bahwa akan ada sesuatu yang benar - benar jahat akan bangkit dari tidurnya dan menghancurkan umat manusia.

Maka dari itulah Sang pendeta meminta bantuan kepada Prof.Birack untuk meneliti secara ilmiah dari isi cairan yang terdapat pada tabung tsb dan memecahkan isi bahasa dari buku sekte " The Brotherhood Of Sleep ", Birack pun tertarik akan maksud sang pendeta dan mengutuskan beberapa mahasiswa nya beserta ilmuwan lain untuk berpartisipasi. Ketika semuanya sudah berkumpul pendeta pun membawa mereka semua keruang bawah tanah, Dan disini lah ancaman dari bawah tanah tersebut mulai dirasakan oleh birack beserta mahasiswanya. 

Awalnya mahasiswa beserta para ilmuwan lainnya heran mengapa birack mau meneliti sesuatu yang menurut mereka sangat tidak begitu ilmiah,Namun Birack adalah profesor yang sangat di hormati. Para tim pun akhirnya setuju untuk melakukan penelitian secara intensif terhadap cairan hijau tersebut. Mereka pun menginap dan membuat laboratorium disana, Akan tetapi sejak kedatang mereka ke gereja kuno tersebut ! Ada banyak sekali ke-janggalan yang terjadi sejak saat itu,Dimulai dari kedatangan beberapa orang berandalan dengan bertingkah aneh seolah - olah mereka sedang di kendalikan sesuatu. Lalu disusul dengan munculnya banyak serangga - serangga malam dan cacing di sekitaran gereja, Hingga fenomena lain yang dituliskan di dalam buku diary sang pendeta.  

Akibat fenomenal - fenomenal yang tidak bisa di cerna melalui akal sehat manusia mulai terjadi, Sang pendeta pun mulai mencemaskan bahwa sesuatu yang jahat akan benar - benar bangkit. Seiring berjalan nya waktu, Kebenaran yang menakutkan dan sulit untuk diterima akal sehatpun semakin terkuak sehingga membuat beberapa ilmuwan kebingungan dengan nalar beserta logika mereka sendiri akan fenomenal aneh ini. Beberapa dari mereka pun ada yang memutuskan untuk pergi dari gereja tersebut tetapi malangnya tidak bernasib baik.

****

Kengerian serta ketegangan yang di berikan oleh film ini berada dalam level yang berbeda di banding horor movie lainnya, Sebab banyak yang mengatakan Film ini adalah sebuah Masterpiece Of Horor pada tahun 1980-an yang menjadi populer pada era tersebut hingga beberapa dekade kedepan. 
So My Final Thought about this movie : 
This movie too cold to break it with my own mind,Because the explanation bout this movie is too wild and full of fear if we thinked it up with our mind, Everything went too crazy in the midlle of scene. 


No comments:

Post a Comment